Personel Polsek Pancurbatu Terlibat Aktif dalam Evakuasi Korban Bencana Longsor di Desa Sembahe

Di tengah cuaca ekstrem yang melanda, bencana longsor terjadi di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, yang menimbulkan kepanikan di kalangan warga. Pada pukul 20.00 WIB pada hari Selasa, 7 April 2026, longsor ini menghancurkan beberapa rumah dan mengancam keselamatan penduduk setempat. Dalam situasi darurat ini, personel Polsek Pancurbatu segera mengambil tindakan untuk melakukan evakuasi korban bencana longsor, menunjukkan dedikasi dan komitmen mereka dalam melindungi masyarakat.
Peristiwa Longsor di Desa Sembahe
Bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun 3, Desa Sembahe, disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi. Aliran Sungai Sembahe meluap, menggenangi Jalan Jamin Ginting, yang menjadi titik kritis bagi permukiman warga. Longsor ini bukan hanya mempengaruhi infrastruktur, tetapi juga mengancam jiwa mereka yang tinggal di dekatnya.
Respons Cepat dari Polsek Pancurbatu
Mendapatkan informasi mengenai kejadian tersebut, Kapolsek Pancurbatu, Kompol Junaidi S.H, dan timnya segera bergegas menuju lokasi bencana. Tindakan cepat ini mencerminkan kesiapsiagaan aparat kepolisian dalam menghadapi situasi darurat, terutama dalam melakukan evakuasi dan penanganan terhadap korban yang terjebak di bawah timbunan material longsor.
Proses Evakuasi Korban
Sesampainya di lokasi, tim Polsek Pancurbatu menemukan beberapa rumah warga di Dusun 3 tertimbun material longsor. Mereka segera memulai pencarian korban secara manual, menggali puing-puing bangunan yang hancur demi menyelamatkan nyawa yang terjebak.
- Delapan unit rumah yang terdampak longsor, milik warga seperti Boy Simorangkir dan Ros Br Ginting.
- Tim menemukan korban pertama, Gobal (39), dalam keadaan meninggal dunia.
- Orang tua Gobal, Sehat Br Tarigan (65), ditemukan selamat meskipun mengalami luka berat.
- Pencarian dilanjutkan hingga dini hari dengan bantuan alat berat.
- Tim berhasil menemukan empat korban lainnya, yang juga dinyatakan meninggal dunia.
Data Korban
Dalam proses evakuasi tersebut, tercatat total lima orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, dan tidak ada laporan korban luka ringan. Sekitar 25 warga terpaksa mengungsi akibat bencana ini. Situasi ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat, yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
Pendirian Tenda Pengungsian
Pada pagi hari Rabu, 8 April 2026, sekitar pukul 07.30 WIB, tenda pengungsian telah didirikan untuk menampung warga yang terdampak. Tindakan ini merupakan langkah awal dalam memberikan kenyamanan bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal dan membantu mereka untuk mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.
Proses Pembersihan dan Normalisasi Akses Jalan
Proses pembersihan material longsor dan pencarian kemungkinan korban lainnya terus dilakukan oleh tim gabungan. Dengan dukungan alat berat, akses Jalan Jamin Ginting yang sebelumnya terputus akibat longsor di dua titik kini sudah berhasil dibersihkan. Arus lalu lintas pun kembali normal, memberikan harapan bagi warga untuk melanjutkan kehidupan sehari-hari mereka.
Pentingnya Kewaspadaan
Kapolsek Pancurbatu, Kompol Junaidi S.H, mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan. Mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, kewaspadaan menjadi kunci dalam mencegah terjadinya bencana serupa di kemudian hari.
Kesimpulan dan Harapan
Peristiwa bencana longsor di Desa Sembahe menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. Dengan adanya respons cepat dari personel Polsek Pancurbatu dan dukungan masyarakat, diharapkan langkah-langkah pemulihan dapat segera dilaksanakan. Keberadaan tenda pengungsian dan proses normalisasi akses jalan merupakan langkah awal untuk membantu masyarakat kembali beraktivitas.
Kepedulian dan kerjasama antara aparat pemerintah, tim penyelamat, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menghadapi kemungkinan bencana di masa depan. Mari kita bersatu dan saling mendukung dalam situasi sulit ini.





