Warga Muhammadiyah Aceh Melaksanakan Shalat Idul Fitri di 50 Lokasi Berbeda, Besok

Keseruan Idul Fitri 1447 Hijriah di Aceh tampaknya akan berlangsung di berbagai tempat. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh telah mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan shalat Idul Fitri di 50 lokasi yang berbeda di seluruh Aceh pada hari Jumat (20/3). Ini tentunya menjadi sebuah tantangan logistik yang menarik untuk disaksikan.
Sebaran 50 Lokasi Shalat Idul Fitri Muhammadiyah Aceh
Menurut M Yamin, Wakil Ketua PWM Aceh, rencana ini didasarkan pada laporan dari pengurus Muhammadiyah di berbagai daerah. Dengan total 50 titik lokasi shalat Idul Fitri yang telah ditentukan, ini akan menjadi salah satu perayaan Idul Fitri yang paling meriah di Aceh.
Untuk pemilihan lokasi, Yamin mengungkapkan bahwa pelaksanaan shalat Idul Fitri akan dipusatkan di halaman parkir Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) di Banda Aceh. Ini adalah lokasi utama, namun ada 49 lokasi lain yang tersebar di seluruh Aceh.
Detail Lokasi Shalat Idul Fitri
50 titik lokasi shalat Idul Fitri ini mencakup Kabupaten Aceh Barat, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Pidie, Kota Banda Aceh, Lhokseumawe dan Subulussalam dengan masing-masing satu lokasi. Sementara itu, Kabupaten Aceh Timur, Gayo Lues, Simeulue, Kota Langsa, Kota Sabang masing-masing memiliki dua lokasi.
- Aceh Barat Daya: 3 lokasi
- Aceh Selatan: 9 titik
- Aceh Singkil: 3 titik
- Aceh Tamiang: 3 titik
- Aceh Tengah: 4 titik
- Bener Meriah: 5 titik
- Bireuen: 6 lokasi
Yamin menegaskan bahwa semua shalat Idul Fitri akan dilakukan di lapangan terbuka. Namun, jika cuaca tidak mendukung, shalat akan dipindahkan ke dalam masjid.
Persiapan dan Pelaksanaan
Menurut Yamin, data tentang lokasi penyelenggaraan shalat Idul Fitri masih berubah-ubah. Ada kemungkinan penambahan lokasi karena belum semua daerah atau PDM kabupaten/kota melaporkan secara detail. Bahkan, ada beberapa daerah yang belum membuat laporan sama sekali.
Perayaan Idul Fitri tahun ini menjadi lebih spesial karena Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat 20 Maret 2026. Penetapan ini didasarkan pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Yamin mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk melaksanakan shalat Idul Fitri di lokasi yang telah ditentukan. Ini tidak hanya merupakan bagian dari perayaan Idul Fitri, tetapi juga kesempatan untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan sesama anggota Muhammadiyah.